Kosakata.co,Bontang – Disdukcapil Kota Bontang menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya berbicara soal dokumen dan data, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan jaminan keberlanjutan sosial. Melalui inovasi CAHAYA LENTERA, pelayanan adminduk kini menjangkau langsung anak-anak yang tinggal di LKSA agar hak sipil mereka tetap terpenuhi.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, mengatakan bahwa banyak anak dari latar belakang keluarga yang kompleks mengalami kesulitan dalam memenuhi syarat administrasi. Hal ini seringkali membuat mereka kehilangan akses layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
“Inilah yang ingin kami cegah. Negara harus hadir lebih dulu sebelum masalah sosial semakin besar,” tegasnya, Jum’at (6/11/2025).
CAHAYA LENTERA dirancang bukan hanya sebagai solusi teknis, tetapi pendekatan pelayanan yang memanusiakan anak. Petugas datang dengan metode pendampingan, komunikasi yang ramah, dan pendekatan psikososial yang tidak menimbulkan tekanan.
“Kami tidak ingin mereka merasa sedang diurus sebagai data, tapi dirangkul sebagai manusia,” ujar dia.

Kepala Bidang PIAK, Muhammad Thamrin, menyampaikan bahwa program ini sekaligus menjadi upaya penguatan akurasi data kependudukan di wilayah rentan. Data anak binaan LKSA kerap berubah seiring pergantian pengasuhan, perpindahan tempat tinggal, atau status hukum.
“Dengan mendatangi lembaga, kami dapat memastikan data mereka selalu valid,” ujarnya.
Thamrin menambahkan bahwa pengelolaan data yang akurat sangat penting agar anak-anak dapat memperoleh bantuan sosial, akses sekolah, hingga jaminan kesehatan. Kesalahan kecil pada data dapat berdampak panjang dalam hidup mereka.
Program ini mendapat respons positif dari pengurus LKSA karena membantu mengurangi beban administrasi lembaga serta memastikan perlindungan anak lebih terjamin. Pendekatan jemput layanan langsung dinilai efektif dan menyentuh aspek sosial yang lebih luas.
CAHAYA LENTERA menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang baik bukan hanya efisien, tetapi juga mampu melihat kebutuhan kemanusiaan yang lebih dalam, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan negara dalam perjalanan hidupnya. (Ra)

