BONTANG – Sebanyak 922 kader Posyandu di Kota Bontang akan menjadi garda terdepan dalam upaya menekan angka stunting hingga mencapai target 12,5 persen pada 2026. Para kader ini akan diterjunkan langsung ke lingkungan warga untuk melakukan pendampingan intensif terhadap anak-anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Langkah tersebut disiapkan Pemerintah Kota Bontang setelah pelaksanaan timbang serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 9-15 Juni 2026. Hasil pendataan nantinya menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan pola pendampingan yang akan dilakukan para kader.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, peran kader Posyandu sangat penting karena mereka merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Supaya lebih maksimal, setiap kader akan memegang tanggung jawab langsung. Mereka yang paling memahami wilayahnya sehingga pendampingan bisa lebih optimal,” kata Agus Haris, Sabtu (6/6/2026).
Dalam skema yang disiapkan pemerintah, kader Posyandu akan melakukan kunjungan rumah secara rutin untuk memantau pola makan anak, asupan gizi, kondisi lingkungan, hingga pola asuh keluarga. Pendampingan dilakukan secara terukur agar setiap anak yang masuk kategori berisiko dapat segera memperoleh intervensi yang dibutuhkan.
Dinas Kesehatan bersama puskesmas juga akan melakukan identifikasi terhadap anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, berat badan tidak naik dalam beberapa bulan, maupun persoalan lain yang berkaitan dengan sanitasi dan kesehatan keluarga.
Data tersebut kemudian akan menjadi bahan penyusunan program penanganan stunting lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PUPR, PKK, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Menurut Agus Haris, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan gizi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh elemen bergerak bersama dalam upaya pencegahan.
Selain pendampingan, Pemkot Bontang juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Pemerintah bahkan siap turun langsung ke lingkungan warga yang masih memiliki pemahaman rendah terkait persoalan tersebut.
“Kalau masih ada masyarakat yang belum paham, kami akan turun langsung. Ini tidak bisa didiamkan karena menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
