Kosakata.co, Bontang – Program inovasi PATIN BAKAR (Pelayanan Akta Kematian Bersama Kelurahan dan Rumah Sakit) menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa duka. Dengan sistem pelayanan yang lebih sederhana dan terhubung langsung antarinstansi, keluargatidak lagi harus mengurus banyak dokumen secara terpisah untuk memperoleh akta kematian.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari kepekaan lembaga terhadap kondisi emosional keluarga yang baru kehilangan anggota keluarga.
“Kami memahami bahwa dalam situasi duka, mengurus administrasi terasa berat. Melalui PATIN BAKAR, kami ingin hadir sebagai pihak yang membantu, bukan menambah beban,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Proses layanan ini dirancang sederhana. Petugas rumah sakit memberikan laporan kejadian kematian kepada kelurahan, kemudian diteruskan kepada Disdukcapil untuk proses penerbitan akta kematian secara cepat. Keluarga cukup menunggu dokumen selesai tanpa melakukan banyak tahapan.
Budiman menegaskan bahwa layanan ini tetap mematuhi prosedur administrasi yang berlaku, namun dikemas dengan cara yang lebih efisien dan ramah kepada masyarakat.
“Berkas tetap lengkap, sistem tetap aman, tetapi prosesnya dibuat lebih ringan,” ujarnya.

Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, menambahkan bahwa PATIN BAKAR juga berkontribusi terhadap peningkatan ketertiban administrasi kependudukan.
“Dengan pelaporan kematian yang cepat, kita mencegah masalah data ganda, penerima bantuan fiktif, dan ketidaksesuaian jumlah penduduk,” jelasnya.
Ia menyebut bahwa respon masyarakat sangat positif karena program ini membantu mereka menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Petugas di kelurahan dan rumah sakit juga sudah siap menjalankan koordinasi yang dibutuhkan.
Melalui PATIN BAKAR, Disdukcapil Bontang ingin memastikan pelayanan publik tidak hanya soal prosedur formal, tetapi juga kepedulian kepada warga dalam situasi sulit. (Ra)

