Kosakata.co, Bontang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang meraih Juara 1 kategori Perangkat Daerah Terinovatif pada Bontang Inovasi Award (BIA) 2025. Prestasi ini dinilai mencerminkan konsistensi Disdukcapil dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dijangkau dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Disdukcapil yang berkomitmen memberikan pelayanan prima. Menurutnya, sejumlah program inovasi diterapkan untuk memastikan pelayanan dapat hadir lebih dekat dan humanis.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak menyulitkan masyarakat. Inovasi adalah cara kami mendengar dan menjawab kebutuhan warga,” ungkapnya, Kamis (6/11/2025).
Salah satu inovasi yang dinilai memberikan dampak langsung adalah CAHAYA LENTERA, yakni pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan langsung di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Inovasi ini memastikan anak-anak binaan lembaga sosial tetap memiliki dokumen kependudukan yang sah dan terdata dalam sistem kependudukan nasional.

Selain itu, Disdukcapil juga menjalankan BELASUNGKAWA, yakni layanan berkunjung ke rumah warga yang mengalami musibah kematian untuk mengurus dokumen kependudukan terkait perubahan status keluarga. Melalui inovasi ini, pemerintah ingin hadir sebagai penyokong di tengah duka, bukan menambah beban administratif keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, menjelaskan bahwa inovasi pelayanan juga menyentuh wilayah pesisir melalui program PLESIRAN. Program ini bertujuan memberikan layanan dokumen kependudukan bagi warga yang tinggal di daerah pesisir atau pulau yang jauh dari pusat kota.
Ia menambahkan bahwa Disdukcapil juga memiliki SASKIA HEBAT, program untuk memastikan setiap anak memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) dengan jaminan keamanan data dan perlindungan identitas.
“Kami ingin memastikan seluruh anak di Bontang memiliki identitas legal sejak dini. Ini tentang hak sipil dan perlindungan,” ujarnya.
Melalui serangkaian inovasi ini, Disdukcapil menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal administrasi, tetapi juga kedekatan emosional, keberpihakan sosial, dan pemerataan akses layanan.
Prestasi BIA 2025 ini diharapkan dapat mendorong OPD lain untuk terus berinovasi dan bergerak menuju pelayanan publik yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada masyarakat. (Ra)

