BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan workshop pembuatan film pendek.
Kegiatan yang digelar di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Senin (18/5/2026), secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam kesempatan tersebut, Neni menilai workshop ini sebagai langkah konkret dalam membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang industri kreatif, khususnya subsektor film, animasi, dan video.
Ia menyebut, keberadaan kegiatan semacam ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu bersaing lebih luas.
“Pemerintah daerah tentu mendukung penuh inisiatif seperti ini. Harapannya, para peserta bisa menghasilkan karya film pendek yang berkualitas dan mampu membawa nama Bontang dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
Lebih jauh, Neni juga mengingatkan pentingnya orisinalitas dalam berkarya. Ia menekankan agar para peserta tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menjaga keaslian ide yang diangkat.
Menurutnya, kekayaan budaya lokal yang dimiliki daerah dapat menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi para sineas muda.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak talenta-talenta baru di bidang perfilman sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bontang.
“Potensi budaya kita sangat besar untuk dijadikan bahan cerita. Karena itu, penting bagi para kreator muda untuk mengembangkan ide sendiri dan tidak meniru karya orang lain,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi perfilman yang memberikan materi secara komprehensif. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari penyutradaraan, penulisan naskah, teknik penyuntingan, hingga fotografi.

