Kosakata.co—Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, M. Irfan, meminta agar permasalahan yang terjadi di Kampus Universitas Trunajaya Bontang segera diatasi mengingat telah banyak pihak yang dirugikan.
Diketahui, hal tersebut lantaran tiga tuntutan mahasiswa dan dosen terhadap Yayasan Kampus Trunajaya hingga saat ini belum ada titik temu.
Tuntutan yang dilayangkan tersebut yakni permintaan mahasiswa agar perkuliahan diaktifkan kembali dan meminta nilai mereka yang ditahan segera diterbitkan, juga tuntutan terhadap oknum dosen yang melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa agar segera diproses secara hukum.
Adapun tuntutan dosen terhadap pihak yayasan Kampus Trunajaya yakni persoalan mogok mengajar bagi para dosen lantaran gaji mereka belum terbayarkan sejak 2019 lalu sebesar 1.5 miliar rupiah.
Dikatakan Irfan, buruknya manajemen tata kelola kampus sangat merugikan banyak pihak. Tak terkecuali para orangtua mahasiswa.
“Kita kasihan mahasiswa dan orang tua mereka. Tidak semua orang tua atau mahasiswa mampu, apalagi kalau mereka mengejar target selesai kuliah, kalau makin lama kuliah, maka banyak dia bayar,” ujarnya dalam rapat bersama mahasiswa, dosen, dan pihak Yayasan Pendidikan Miliana Universitas Trunajaya, beberapa waktu lalu.
Pihaknya meminta agar masalah tersebut segera diselesaikan terutama manajemen tata kelola internal kampus agar mahasiswa tidak dijadikan lagi sebagai korban atas permasalahan yang terjadi.
“Mahasiswa jangan dikorbankan terkait masalah internal sekolah,” timpalnya.
Pada kesempatan serupa, Pembina Yayasan Pendidikan Miliana Universitas Trunajaya, Chelly Amalia Sianipar meminta tenggat waktu enam bulan untuk melunasi gaji dosen yang tertunggak itu.
Dia akan mengupayakan memenuhi hak-hak mahasiswa sesuai tuntutan yang mereka sampaikan.
“Kami minta waktu enam bulan untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena kami harus rembukkan dengan pihak Yayasan yang ada di Balikpapan,” tandasnya.

