BONTANG – Kabar dihapusnya dua proyek besar di Bontang yakni Jalan Tol Samarinda-Bontang dan Kilang Minyak dari Proyek Starategis Nasional menimbulkan reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Seperti reaksi dari Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina saat ditemui wartawan di Sekretariat DPRD Bontang (08/08/2022).
Penghapusan Proyek Jalan Tol Samarinda-Bontang dan Kilang Minyak dari Proyek Strategi Nasional (PSN) merupakan informasi yang cukup mengecewakan untuk masyarakat Kota Bontang.Pasalnya kedua proyek tersebut sangat dinantikan masyarakat Kota Bontang sejak lama.
“ Jelas saja Informasi ini sangat pahit bagi kami sebagai warga Bontang,” ujarnya.
Amir Tosina juga mengatakan pihaknya sudah kerap kali memohon langsung ke pemerintah pusat maupun provinsi untuk mengalokasikan anggarannya untuk proyek tersebut.
“ Tapi apa daya kita, jawaban yang sering kami terima cuma ‘ya nanti kita usahakan’ , tapi sekarang sekarang dihapus. Ini sangat menyakitkan,” kata Amir Tosina.
Sama halnya dengan Kilang Minyak Bontang yang di perjuangkan pemerintah sebelumnya yang bahkan sudah dijanjikan akan terealisasi namun ujung-ujungnya dihapus juga dari PSN.
Tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya Amir Tosina, Dewan bakal mendukung langkah beberapa organisasi masyarakat yang bakal melakukan protesnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah pusat.
“ Saya dapat informasi bahwa ada usulan dari lembaga-lembaga LSM dan pemerhati masyarakat. Dan kita dukung itu. Bahkan kami dari DPRD akan ikut menyuarakan hal itu,” terangnya.
Tapi ia juga berharap, pemangku kepentingan yang ada di pemerintah pusat mampu berinisiatif mengemban kembali informasi bahwa kedua proyek tersebut bisa kembali berjalan.
“Itu yang kami tekankan. Pemangkuu kepentingan yang ada dipusat coba kembali berusaha agar kedua proyek ini kembali ke PSN,” tegasnya

