Samarinda – Sektor pertanian, pariwisata, dan perikanan dinilai cukup potensial dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. Oleh sebab itu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengusulkan agar Pemrov Kaltim serius menggarap ketiga sektor ini.
Nidya Listiyono hingga kini Kaltim masih sangat menggantungkan penghasilan dari sektor pertambanga. Menurutnya ketergantungan ini bisa dikurangi bila tiga sektor lain yang potensial yakni perikanan, pariwisata, dan perkebunan serius dimaksimalkan Pemrov Kaltim.
‘’Jika tiga sektor tadi bisa dimaksimalkan maka akan sangat baik,” kata Nidya Listiyono kepada awak media belum lama ini.
Ia juga mengatakan, Kaltim sudah seharusnya mencari sumber pendapatan daerah lain. Agar tidak terlalu bergantung lagi pada sektor pertambangan. Mengingat, tambang merupakan sumber daya alam (SDA) yang akan habis sewaktu-waktu.
Tentunya, untuk memanfaatkan tiga sektor tadi dibutuhkannya proses dan waktu yang sangat panjang. Sehingga peran masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat diperlukan.
“Hari ini saja harga batu bara sudah mengalami penurunan kan, harus waspada sebelum terlambat,” bebernya.
Nidya berharap dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim dapat memberikan ruang yang besar bagi sektor-sektor lain untuk dapat berkembang. Seperti sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian yang bisa menjadi penyumbang PAD di Kaltim.
‘’Tentu kita berharap kehadiran IKN ini turut mendukung pondasi perekonomian Kaltim di masa mendatang,’’ ujarnya.
Seperti diketahui, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim terus mengalami pergerakan positif. Khususnya 2023 ini, tercatat September lalu PAD Kaltim menyentuh angka 12,43 persen menjadi Rp9 triliun. Rencana awalnya hanya Rp8,04 triliun.

