Bontang — Meskipun ukurannya tidak sebesar daerah lain di Kalimantan Timur, Bontang memiliki berbagai keunggulan yang patut diperhatikan oleh investor. Dalam rangka meningkatkan minat investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang tengah merancang sebuah dokumen yang berisi peta potensi investasi.
Karel, Kepala Bidang Investasi DPM-PTSP, menjelaskan bahwa peta ini akan berfungsi sebagai alat untuk memetakan dan menyoroti berbagai peluang investasi di Bontang. “Kami ingin menunjukkan kepada calon investor apa saja yang dapat mereka eksplorasi di sini,” ujar Karel saat berbincang di kantornya di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.
Penyusunan dokumen ini melibatkan kolaborasi dengan Universitas Mulawarman di Samarinda, yang diwakili oleh tenaga ahli dari program Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB). “Kerja sama dengan akademisi sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang kami sajikan akurat dan relevan,” jelasnya.
Dokumen peta potensi investasi ini sedang dalam tahap pengembangan, dan pihak DPM-PTSP berusaha menyelesaikannya secepat mungkin. Dari data awal yang diperoleh, terdapat beberapa sektor yang menunjukkan potensi signifikan, termasuk pengolahan hasil laut serta produk perkebunan seperti sawit dan kelapa. Potensi hasil laut Bontang dinilai cukup menjanjikan, sementara daerah sekitarnya memiliki sumber daya perkebunan yang dapat diolah di Bontang.
Karel juga menambahkan bahwa Bontang berpeluang besar dalam pengolahan produk turunan gas. Saat ini, Bontang telah memproduksi beberapa produk seperti pupuk dan methanol, serta tengah membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).
“Pabrik soda ash ini akan membuka peluang bagi investor untuk menciptakan produk turunan lainnya, mengingat banyak industri yang bergantung pada bahan baku ini, seperti kaca, keramik, dan deterjen,” tuturnya.
Meskipun Bontang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, Karel meyakini bahwa daerah ini dapat menjadi pusat pengolahan yang strategis. “Infrastruktur kami telah siap dan kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan industri,” tegasnya.
DPM-PTSP juga aktif mendukung upaya diversifikasi produk dari bahan baku yang ada. “Kami ingin memastikan bahwa setiap industri yang beroperasi di sini memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah pusat untuk mendorong hilirisasi, di mana kita tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan,” pungkas Karel.

