Bontang — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mengambil bagian dalam Bontang City Carnival (BCC) 2024. Dipusatkan di Simpang 3 MH Thamrin, Kelurahan Bontang Baru, dalam BCC tahun ini, DPM-PTSP Bontang mengusung tema “Bontang Merajut Harmoni Nusantara, Merawat Alam, Menyambut IKN.”
Defile DPM-PTSP tampil di urutan ke-29. Kendati di bawah terik matahari, penampil defile DPM-PTSP tetap bersemangat dan mencoba menghibur seluruh warga yang hadir di venue BCC 2024. Kali ini, defile DPM-PTSP mengkombinasikan pakaian adat dari sejumlah daerah. Ada baju adat dayak khas Kalimantan, baju bodo khas bugis, baju pokko yang merupakaian adat khas Toraja untuk perempuan, hingga baju adat khas batak.
Kepada awak media, Sekretaris DPM-PTSP Bontang, Vikson, bilang pihaknya menampilkan karya yang menampilkan hijaunya hutan. Ini untuk menggambarkan sekitar 24 persen luas Bontang yang dibalut hutan, membentang indah bak zamrud di khatulistiwa.
Kemudian, selaras dengan semboyan Kota Bontang, “Bessai Berinta” atau mendayung bersama, Vikson mengajak seluruh warga untuk sama-sama membanhun Bontang. Untuk sama-sama mewujudkan Bontang sebagai kota yang ramah untuk semua.
“Mari wujudkan Bontang yang walaupun warganya beragam, tapi mau mendayung bersama,” ajaknya.
Sebagai bagian dari tuan rumah Ibu Kota Nusantara di Tanah Kalimantan Timur, dengan segala kekayaan yang tersimpan di dalamnya, Vinson menekankan pentingnya menjaga aset ini agar dapat menjaring devisa dan dikenal di seluruh dunia.
DPM PTSP Bontang juga berkomitmen menjadikan Kota Bontang sebagai kota yang ramah investasi. Hal ini demi mewujudkan Kota Bontang yang berkelanjutan, layak huni, cerdas, dan berwawasan lingkungan melalui pemantapan ekonomi, sosial budaya, dan infrastruktur.
“Pelestarian lingkungan hidup tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dari berbagai golongan, suku, agama, dan budaya untuk terus bergandengan tangan menjaga kelestarian lingkungan dan keharmonisan kehidupan,” tandasnya.

