No Result
View All Result
  • Login
kosakata.co
Advertisement
  • HOME
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • POLITIK
    • HUKUM & KRIMINAL
    • EKONOMI & BISNIS
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • GRAFIS
  • VIDEO
  • RAGAM
No Result
View All Result
  • Login
kosakata.co
No Result
View All Result

Golput di Pilkada 2024 Kota Bontang: KPU Catat Angka Cukup Rendah dengan Partisipasi Masyarakat Tinggi

Ahmad Ahmad by Ahmad Ahmad
Desember 6, 2024
in ADVERTORIAL, Bontang, Covid-19, Kesehatan, POLITIK
0
Golput di Pilkada 2024 Kota Bontang: KPU Catat Angka Cukup Rendah dengan Partisipasi Masyarakat Tinggi
479
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bontang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang mencatat angka golongan putih (Golput) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 serentak di Kota Bontang. Angka golput untuk Pemilihan Gubernur diperkirakan mencapai 26,87 persen, sementara untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang mencapai 27,51 persen.

 

Meskipun persentase golput ini masih tergolong kecil, Ketua KPU Kota Bontang, Muzarroby Renlfy, mengungkapkan bahwa angka golput pada Pilkada 2024 di Kota Bontang sulit diprediksi. Menurutnya, golput merupakan hak pribadi masing-masing pemilih yang tidak bisa dipaksakan. Namun, ia juga menjelaskan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab golput, seperti ketidakhadiran di Tempat Pemungutan Suara (TPS), masalah pekerjaan, atau bahkan pemilih yang sedang berada di luar kota.

 

“Golput memang tidak bisa dipastikan penyebabnya, namun faktor-faktor seperti ketidakhadiran atau keperluan mendesak lebih sering terjadi. Yang jelas, golput bukan karena malas memilih, karena hak memilih tetap berada pada pemilih itu sendiri,” jelas Muzarroby.

 

Meski begitu, Muzarroby menyampaikan bahwa angka golput di Kota Bontang untuk Pilkada 2024 terbilang masih cukup rendah. Hal ini dapat diimbangi dengan angka partisipasi masyarakat (Parmas) yang cukup tinggi. Dalam Pemilihan Gubernur, tingkat partisipasi masyarakat tercatat mencapai 73,13 persen, sementara untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, partisipasi masyarakat mencapai 72,49 persen.

 

Menurut Muzarroby, angka golput yang sebesar 26 persen untuk Pemilihan Gubernur dapat dianggap tidak terlalu tinggi, terutama jika dibandingkan dengan angka partisipasi masyarakat yang melebihi 73 persen. Ia menambahkan, jika angka golput mencapai 35 hingga 40 persen atau lebih, maka angka tersebut sudah tergolong tinggi dan perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

 

Dalam distribusi partisipasi masyarakat antar kecamatan, Kecamatan Bontang Barat tercatat sebagai wilayah dengan angka Parmas terendah. Pemilih di Bontang Barat hanya mencapai 68 persen untuk Pemilihan Gubernur dan 67,94 persen untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Sebaliknya, Kecamatan Bontang Utara menunjukkan angka partisipasi masyarakat tertinggi dengan 74,28 persen untuk Pemilihan Gubernur dan 74,22 persen untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

 

Dengan angka partisipasi yang lebih tinggi di beberapa kecamatan, KPU Kota Bontang berharap tingkat partisipasi pemilih akan terus meningkat, seiring dengan berjalannya sosialisasi dan kampanye yang lebih intens menjelang Pilkada 2024.

 

 

Previous Post

Rekapitulasi KPU Bontang: Neni-Agus Menang Telak di Pilkada 2024

Next Post

Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen SDGs Lewat Tiga Program Unggulan untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Next Post
Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen SDGs Lewat Tiga Program Unggulan untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen SDGs Lewat Tiga Program Unggulan untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Sitti Yara Pimpin Pembahasan 8 Raperda, DPRD dan Pemkot Bontang Sinkronkan Regulasi 2026
  • Wali Kota Bontang Sebut Silpa Rp260 Miliar Dipengaruhi Efisiensi dan Transfer Dana di Akhir Tahun
  • Sambut Peluang IKN, Wali Kota Neni Minta SDM Bontang Jangan Jadi Penonton
  • Neni Sebut Program Pelatihan Kerja di Bontang Terserap Penuh, Peserta Dinilai Antusias Tingkatkan Kompetensi
  • Neni Minta Dugaan Pungutan Jargas Gratis Segera Diklarifikasi, Tegaskan Program Tidak Dipungut Biaya

Komentar Terbaru

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Saber

    © 2021 kosakata.co

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
      • NASIONAL
      • INTERNASIONAL
      • POLITIK
      • HUKUM & KRIMINAL
      • EKONOMI & BISNIS
    • OLAHRAGA
    • ADVERTORIAL
    • GAYA HIDUP
    • GRAFIS
    • VIDEO
    • RAGAM

    © 2021 kosakata.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist