Bontang – Komisi C DPRD Kota Bontang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi langganan banjir.
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Alfin Rausan Fikry, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang.
Alfin mengatakan, setidaknya terdapat lima hingga enam lokasi yang dikunjungi, antara lain di Kelurahan Satimpo, Bontang Baru, Api-Api, Tanjung Laut, dan Kanaan. Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan berbagai persoalan infrastruktur yang menjadi penyebab utama banjir di kawasan tersebut.
“Masalahnya beragam, ada yang turapnya jebol, drainasenya tidak berfungsi optimal, bahkan ada pintu air yang tidak berfungsi sama sekali. Semua ini sudah kami sampaikan langsung ke PUPR” ujar Alfin, Selasa (8/04/2025) siang
Dalam kesempatan tersebut, Komisi C meminta agar PUPR segera melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap titik-titik krusial yang membutuhkan penanganan prioritas. Mengingat keterbatasan anggaran saat ini, pemilahan skala prioritas dianggap penting agar perbaikan dapat dilakukan secara efektif.
“Kami minta agar dilakukan pengambilan data di lapangan secara menyeluruh dan mengidentifikasi mana yang paling prioritas untuk dibantu di tahun ini,” jelasnya.
Beberapa titik yang ditinjau bahkan mengalami banjir cukup parah hanya dalam waktu setengah jam hujan. Tinggi genangan air dilaporkan mencapai 30 hingga 40 cm, membuat kawasan tersebut menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki.
“Kami hanya menjadi jembatan antara keluhan masyarakat dan pemerintah. PUPR yang punya anggaran, dan kami bantu mempertemukan serta menunjukkan langsung ke lapangan titik-titik yang perlu segera ditangani,” kata Alfin.
Pihaknya juga menghimbau agar jika ada program lain yang memungkinkan dilakukan pergeseran anggaran, maka beberapa titik darurat tersebut bisa segera dikerjakan.
“Kalau ada dana sisa atau ruang pergeseran, kami harap bisa dialihkan ke lokasi-lokasi ini. Harapannya, perbaikan bisa segera dilakukan secepatnya,” pungkasnya.

