Bontang – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Wakil Ketua DPRD Bontang, Sitti Yara, meminta Pemerintah Kota Bontang untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah-sekolah yang kerap terdampak banjir rob di wilayah Bontang Kuala.
Sekolah-sekolah yang disebutkan antara lain MTs Al-Ikhlas, MAN Bontang, serta SDN 001 Bontang Utara. Ketiga sekolah ini dilaporkan mengalami gangguan aktivitas belajar-mengajar setiap kali air laut pasang tinggi atau banjir rob melanda kawasan tersebut.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman. Kami mendorong agar Pemkot segera mengambil langkah serius,” tegas Sitti Yara, Kamis (2/5/2025).
Menurutnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional harus dijadikan momentum refleksi dan evaluasi terhadap kondisi dunia pendidikan di daerah, terutama di wilayah rawan bencana.
“Apalagi ini momen Hardiknas, sangat tepat untuk mempertegas komitmen kita semua dalam membenahi sarana pendidikan, khususnya yang terdampak bencana lingkungan seperti di Bontang Kuala,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sitti Yara berharap Pemkot Bontang dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang.
Dia menyebut bahwa kondisi banjir rob yang berulang dinilai tidak hanya merusak infrastruktur sekolah, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan psikologis siswa.
“Karena itu, langkah mitigasi seperti peninggian bangunan, sistem drainase yang lebih baik, serta relokasi sementara jika diperlukan, harus segera dikaji secara menyeluruh,” sebutnya
Selain itu, pembekalan untuk mitigasi bencana kepada peserta didik yang sering terdampak banjir rob juga perlu menjadi tambahan muatan lokal dalam pembelajaran.
Hal tersebut agar peserta didik lebih memiliki kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi tertentu yang dapat membahayakan keselamatan saat banjir. Seperti adanya binatang buas yang naik terbawa banjir rob.
“Pelatihan menghadapi bencana juga perlu diberikan kepada peserta didik, agar sewaktu waktu jika ada hal membahayakan mereka bisa menyelamatkan diri. Seperti kalau ada buaya yang naik karena banjir rob,” pungkasnya

