Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui sinergi antara industri besar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mempersiapkan program kemitraan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing daerah.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP, Karel, mengatakan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri akan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bontang.
“Industri besar bisa berperan sebagai lokomotif pertumbuhan UMKM lokal. Jika mereka memberi ruang, maka UMKM bisa tumbuh bersama dan ikut menopang kebutuhan industri,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, perusahaan akan diarahkan untuk memanfaatkan produk atau jasa dari UMKM lokal, seperti bahan baku, makanan, hingga layanan pendukung lainnya. Menurut Karel, efek domino dari kolaborasi ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih cepat dan berakar kuat di daerah.
DPMPTSP Bontang juga tengah melakukan pemetaan UMKM yang dinilai siap menjadi mitra industri, terutama dari segi kapasitas produksi dan standar mutu. Sosialisasi program direncanakan pada Juni 2025 dengan melibatkan pelaku industri dan komunitas UMKM.
“Kami tak hanya ingin menjodohkan pelaku usaha, tetapi juga memastikan kesiapan teknis dan kualitas agar sinergi yang dibangun benar-benar saling menguntungkan,” jelasnya.
Selain mendorong keterlibatan industri, DPMPTSP juga akan mengawal proses kemitraan agar tidak hanya formalitas. Perusahaan diharapkan menjadikan UMKM sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan kewajiban sosial.
“Kami ingin membangun ekonomi lokal yang tangguh dengan menghubungkan pelaku usaha kecil ke peluang besar di depan mata,” pungkasnya.

