Bontang – Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur menyatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan Indonesia Emas 2045 adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Hal itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, yang mengangkat tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Menuju Indonesia Emas.”
Menurut Aspiannur, keberadaan SDM yang sehat secara fisik dan mental sangat penting untuk mendukung aktivitas investasi, baik di sektor industri, perdagangan, maupun jasa.
“Tidak mungkin kita berharap investasi berkembang pesat bila kualitas tenaga kerja kita masih terancam narkoba. Ini soal daya saing,” jelasnya, Kamis (26/6) 2025).
Pihaknya mendukung upaya pencegahan dan rehabilitasi pengguna narkoba agar generasi muda Bontang bisa kembali berkontribusi dalam dunia kerja. Ia juga mendorong penguatan edukasi di kalangan pelajar dan pekerja usia produktif.
“Ini investasi jangka panjang kita, yaitu pada manusianya. Kalau tenaga kerjanya kompeten, sehat, dan bebas narkoba, investor tentu lebih yakin menanamkan modal di Bontang,” terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa strategi pembangunan daerah kini tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan karakter dan integritas SDM. Maka, menurutnya, momentum HANI 2025 perlu dijadikan refleksi untuk melibatkan lebih banyak sektor dalam upaya pencegahan narkoba, termasuk sektor investasi.
DPMPTSP sendiri kini aktif mendorong perusahaan-perusahaan yang menanamkan modal di Bontang agar ikut terlibat dalam kampanye hidup sehat dan anti narkoba di lingkungan kerja mereka.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial, terutama dalam menciptakan generasi unggul dan bersih dari narkoba,” tandasnya.

