BONTANG — Upaya promosi pariwisata Kota Bontang terus digencarkan melalui berbagai cara, salah satunya lewat dunia perfilman. Beberapa kali kegiatan syuting film televisi (FTV) dilakukan di sejumlah destinasi wisata Bontang. Langkah ini dinilai efektif untuk memperkenalkan potensi wisata lokal ke tingkat nasional.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Muhammad Ihsan, mengatakan bahwa produksi film di kawasan wisata merupakan bagian dari strategi promosi daerah sekaligus bentuk dukungan terhadap subsektor ekonomi kreatif di Bontang.
“Beberapa kali dilaksanakan shooting film di wilayah wisata kita, ini merupakan upaya untuk mempromosikan pariwisata di kancah nasional. Meskipun dalam konteks ini masuk ke subsektor ekonomi kreatif, tapi dampaknya luas untuk pariwisata,” ujar Ihsan, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, Dispopar Bontang melalui komunitas ekonomi kreatif (ekraf) turut memfasilitasi kegiatan produksi film tersebut dengan sistem kerja sama. Para pembuat film diberi ruang untuk menampilkan sisi menarik dari destinasi wisata unggulan Bontang.
“Kita terinspirasi film Laskar Pelangi yang berhasil memperkenalkan Belitung dan Gunung Semeru ke masyarakat luas. Setelah film itu tayang, minat wisatawan meningkat. Nah, itu juga harapan kita lewat film-film FTV yang digarap di Bontang,” lanjutnya.
Sejauh ini, sudah ada tiga judul film yang berhasil diproduksi di Kota Bontang, dan satu judul lainnya tengah digarap oleh sineas muda asal Bontang sendiri. Ihsan berharap, kerja sama ini bisa memberikan keuntungan timbal balik antara pihak produksi dan pemerintah daerah.
“FTV dapat tempat dan fasilitas, sedangkan kota mendapat promosi gratis. Destinasi wisata kita ikut dikenal luas,” jelasnya.
Selain mendukung dunia perfilman, Dispopar juga berupaya membenahi fasilitas di sejumlah objek wisata agar lebih menarik bagi wisatawan. Beberapa destinasi unggulan seperti Lembah Permai, Bontang Kuala, Pulau Beras Basah, dan Malahing terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
“Kita mencoba memfasilitasi teman-teman sineas Bontang untuk berkarya melalui film yang menampilkan Bontang dan wisatanya. Sambil mempromosikan, kita juga terus membenahi fasilitas agar wisatawan makin tertarik berkunjung,” tutup Ihsan.

