Kosakata.co, Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kota Bontang terus berkomitmen dalam mencetak generasi muda yang kreatif, terampil, dan berdaya saing tinggi. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui Workshop dan Sertifikasi Barista Bersertifikat BNSP, yang digelar mulai 4 hingga 6 November 2025 di Café Uttara, Bontang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dody, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispora Bontang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
“Alhamdulillah, berkat rahmat dan karunia Allah SWT, kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan barista selama tiga hari ke depan,” ucapnya.
Menurut Dody, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya manusia kreatif di Kota Bontang. Tujuan utamanya adalah memberikan keterampilan teknis dan pengetahuan praktis di bidang perkopian kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha kuliner.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelaku usaha di subsektor kuliner, terutama bidang minuman kopi. Peserta juga akan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bentuk pengakuan atas keahlian mereka,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta, yang terdiri dari barista muda, pelaku usaha kopi, dan masyarakat umum. Pelatihan berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan dengan uji kompetensi pada hari ketiga. Dispora Bontang menggandeng LSP Rajawali, lembaga pelatihan yang telah terakreditasi BNSP, untuk memastikan standar kompetensi berjalan sesuai industri.
“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta memahami proses penyajian kopi berkualitas, memiliki keterampilan sesuai standar industri, dan memperoleh sertifikat kompetensi BNSP,” lanjut dia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, atas dukungan dan perhatian besar terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif di kota berjuluk Kota Taman tersebut.
“Dukungan Pemkot Bontang sangat berarti bagi kami, terutama dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dody berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam melahirkan barista-barista profesional asal Bontang yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Semoga pelatihan ini membawa manfaat nyata dan membuka peluang kerja baru bagi peserta,” pungkasnya. (Ra)

