Bontang – Turnamen sepak bola usia dini Indonesia Central League (ICL) Regional Bontang 2025 sukses digelar selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, di Lapangan Lang-lang Bessai Berinta, Kota Bontang. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan dan seleksi menuju seri nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta International Stadium.
Kepala Bidang Olahraga Dispopar Bontang, Andi Parenrengi, mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam membangkitkan kembali gairah sepak bola di Bontang.
“Kami dari Dispopar sangat mengapresiasi semangat panitia dan para pelatih SSB yang terus berjuang membina anak-anak sejak usia dini. Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan tidak harus menunggu event besar, tapi bisa dimulai dari daerah,” ujar Andi.
Ia menambahkan, pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, agar lahir lebih banyak pemain muda berbakat dari Bontang.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, dan berani berkompetisi. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk karakter atlet masa depan,” tuturnya.
Ketua panitia, Syarifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan seri regional yang terafiliasi dengan FOSMI (Forum Sepak Bola Muda Indonesia). Meskipun awalnya Bontang direncanakan tidak mengirim peserta ke tingkat nasional akibat keterlambatan pendaftaran, panitia tetap bersemangat menggelar ajang regional secara mandiri.
“Walaupun secara administratif sudah kita selesaikan di pusat, namun karena terlambat mendaftar, Bontang tidak bisa mengirim peserta ke nasional. Tapi semangat adik-adik luar biasa, jadi kita tetap laksanakan regional di Bontang,” ujar Syarifuddin.
Turnamen yang didukung penuh oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang ini diikuti oleh 26 klub lokal, terbagi dalam tiga kategori usia: U-12, U-14, dan U-16. Awalnya, panitia merencanakan 36 peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Namun, karena penundaan jadwal sebanyak dua kali, peserta dari luar Bontang mengundurkan diri, sehingga kompetisi hanya diikuti oleh klub-klub lokal.
“Kita batasi peserta delapan klub per kategori karena waktu terbatas dan antusiasme SSB di Bontang cukup tinggi,” jelas Syarifuddin.
Turnamen berlangsung dengan meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Klub Pelangi Mandau tampil dominan di semua kategori dan berhasil keluar sebagai juara umum setelah menyapu bersih gelar juara di U-12, U-14, dan U-16, sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Indonesia Central League Regional Bontang 2025.
Berikut daftar juara:
Kategori U-12: Juara 1 – Pelangi Mandau
Kategori U-14: Juara 1 – Pelangi Mandau
Kategori U-16: Juara 1 – Pelangi Mandau
Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang pembinaan bakat muda. Syarifuddin berharap ke depan, turnamen seperti ini bisa digelar secara rutin untuk memperkuat mental dan kemampuan pemain muda.
“Kalau bisa minimal empat kali setahun diadakan turnamen seperti ini. Semakin sering anak-anak ikut kompetisi resmi, mental dan kualitas permainan mereka akan semakin baik,” tuturnya.
Ia juga menyambut baik rencana Pemerintah Kota Bontang yang berkomitmen menghidupkan kembali kejayaan sepak bola daerah, termasuk rencana mengakuisisi salah satu tim di kompetisi Liga 3.
“Dengan adanya pembinaan usia dini seperti ini, kita berharap ke depan anak-anak Bontang bisa mengisi skuad tim daerah dan membawa nama kota di tingkat nasional,” tambahnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan turnamen ini juga merupakan mandat dari Rajawali FC, yang sebelumnya menjadi juara nasional tahun 2024. Namun, untuk menghindari sekat antar klub, panitia menggunakan nama “Pandawa” sebagai wadah penyelenggara bersama.
Turnamen ini tidak hanya menjadi bukti semangat pembinaan sepak bola usia dini di Bontang, tetapi juga simbol persatuan dan komitmen masyarakat untuk terus menumbuhkan generasi pesepak bola masa depan.

