Bontang – Kontingen Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bontang tampil gemilang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Penajam Paser Utara (PPU) 2025. Cabang olahraga (cabor) menembak menjadi lumbung medali bagi Kota Bontang setelah menyapu bersih 17 medali, terdiri dari 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Ketua Perbakin Bontang, Firman, menyebut capaian tersebut melampaui ekspektasi awal. Target empat emas di awal kejuaraan justru berlipat lebih dari dua kali.
“Kita hanya menargetkan empat emas. Tetapi anak-anak mampu memberikan sembilan emas. Ini pencapaian luar biasa dan menjadi kontribusi terbesar untuk Kota Bontang sejauh ini,” ujar Firman.
Ia memastikan seluruh perlombaan menembak telah rampung, dan berdasarkan klasemen akhir, Bontang resmi menjadi juara umum cabor menembak POPDA PPU 2025.
Menurut Firman, terdapat tiga atlet yang tampil dominan dan menyumbang lebih dari satu medali. Ketiganya merupakan atlet berpengalaman yang sebelumnya telah mencetak prestasi nasional hingga dunia.
“Mereka sudah tidak diragukan. Baru beberapa bulan lalu ikut kejuaraan dunia di Bali dan meraih juara. Mereka juga langganan juara Jurnas, PON, bahkan POPNAS,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Perbakin Bontang Edy Efendy menjelaskan, Perbakin Bontang memiliki program pembinaan jangka panjang lewat Sekolah Menembak bagi atlet usia SD, SMP, hingga SMA. Namun, ia mengakui fasilitas latihan masih sangat terbatas.
Dalam keseharian, latihan rutin diadakan dua kali sepekan. Namun menjelang kejuaraan besar seperti POPDA, intensitas latihan ditingkatkan menjadi setiap hari.
“Lapangan menembak kita belum punya. Selama ini kami hanya menggunakan fasilitas yang dipinjamkan. Karena itu pembinaan masih sebatas pengurus dan anak-anak sekolah menembak,” ungkapnya.
Selama pendampingan, Edy mengaku sangat bangga dengan perjuangan sembilan atlet yang diturunkan ke POPDA 2025. Totalitas para atlet menjadi kunci keberhasilan mereka.
“Ada yang harus pindah dari satu lapangan ke lapangan lain, menjalani dua nomor sekaligus, dan mereka tetap fokus. Semangat mereka luar biasa,” tuturnya.
Firman dan Edy sepakat bahwa prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan menembak di Bontang. Mereka berharap dukungan pemerintah daerah semakin kuat, khususnya terkait pembangunan fasilitas latihan.
“Mudah-mudahan kami selalu mendapat support. Terutama dari Pemerintah Kota Bontang,” ujar Firman.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolres Bontang, yang selama ini menjadi “bapak angkat” bagi Perbakin dengan menyediakan lapangan latihan.
“Terima kasih kepada bapak Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano S.I.K., M.,Si karena selama ini sudah menyediakan fasilitas pembinaan yakni lapangan tembak sebagai tempat atlit menembak Bontang berlatih,” pungkasnya

