BONTANG— Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara, membuka kegiatan Pesantren Kilat bertajuk “Ramadan Reboot” yang digelar bersama Komunitas Pencinta Alam (KPA) Green Squad sebagai upaya pembinaan spiritual generasi muda selama bulan suci Ramadan.
Dilaksanakan di Taman Nasional Kutai, Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran keagamaan yang bertujuan memperkuat iman serta membentuk karakter generasi muda yang berakhlak.
Dalam sambutannya,Sitti Yara menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum penting untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
“Ramadan adalah madrasah bagi jiwa kita. Di bulan ini kita belajar mengendalikan diri, memperkuat iman, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia,” ujar Sitti Yara saat membuka kegiatan tersebut, Minggu (08/03/2026) sore.
Ia menjelaskan, tema “Ramadan Reboot” dipilih sebagai simbol ajakan untuk melakukan pembaruan diri. Istilah *reboot* yang diambil dari dunia teknologi dimaknai sebagai proses memulai ulang sistem agar dapat kembali berjalan secara optimal.
Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali disibukkan dengan berbagai urusan dunia, termasuk paparan konten negatif di media sosial maupun kebiasaan yang menjauhkan dari nilai-nilai keagamaan.
“Pesantren kilat ini menjadi momen bagi kita semua untuk melakukan ‘instal ulang’ terhadap diri, agar kembali kepada nilai-nilai kebaikan dan kedekatan dengan Allah SWT,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak menjalani tiga langkah perubahan utama. Pertama, me-reset niat, yaitu mengembalikan setiap aktivitas kehidupan semata-mata karena Allah SWT. Kedua, membersihkan hati dari berbagai penyakit batin seperti kesombongan, kemalasan, dan rasa iri. Ketiga, memperbarui kebiasaan , dengan mengganti perilaku kurang baik menjadi kebiasaan positif yang lebih disiplin dalam beribadah.
Sitti Yara juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan momentum kegiatan dengan sebaik-baiknya. Meski berlangsung dalam format pesantren kilat, ia berharap nilai-nilai yang didapatkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan peserta.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan perubahan sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan baik yang terus dijaga bahkan setelah Ramadan berakhir,” tuturnya.
Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kedekatan peserta dengan Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama.
Sitti Yara turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, ustaz, dan ustazah yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menghadirkan ruang pembinaan keagamaan bagi generasi muda di Kota Bontang.

