Bontang – Sektor parkir dinilai masih bisa menjadi sumber pemasukan baru bagi Pemerintah Kota Bontang. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, yang meminta Dinas Perhubungan (Dishub) memperbaiki sistem pengelolaan parkir.
Sahib melihat banyak kawasan yang memiliki aktivitas parkir tinggi, tetapi belum memberikan pemasukan bagi daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera ditata agar keberadaan parkir dapat memberi manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat.
Beberapa kawasan yang menjadi sorotan yakni Pasar Seng Tanjung Limau, Pasar Berbas, Pasar Malam, sekitar Ramayana, Pelabuhan Loktuan, hingga kawasan kuliner.
Menurut Sahib, ramainya kendaraan di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan bahwa peluang pendapatan dari retribusi parkir cukup besar.
“Pemerintah harus lebih aktif mengambil peran dalam mengelola titik-titik parkir yang ramai. Jangan sampai lokasi yang punya potensi pemasukan justru dikuasai parkir liar dan tidak memberikan pendapatan untuk daerah,” ujarnya saat di konfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Ia menilai persoalan tersebut tidak harus diselesaikan dengan menambah jumlah petugas. Pemerintah dapat melibatkan juru parkir yang sudah bekerja di lapangan melalui kerja sama resmi.
Dengan cara itu, aktivitas parkir tetap berjalan, tetapi pemungutan dan penyetoran retribusi memiliki aturan yang jelas. Pemerintah juga dapat menggunakan karcis maupun pembayaran digital untuk memudahkan pengawasan.
Sahib turut mendorong penggunaan sistem elektronik di lokasi yang memungkinkan. Sementara itu, kawasan yang belum siap menerapkan teknologi dapat menggunakan sistem manual dengan pengawasan rutin.
Ia berharap Dishub tidak hanya melihat parkir sebagai persoalan lalu lintas, tetapi juga sebagai peluang untuk menambah pendapatan daerah.
“Yang perlu dibenahi bukan hanya jumlah petugas, tetapi bagaimana pemerintah mampu membuat pengelolaan parkir yang lebih efektif. Dengan penataan yang serius dan sistem yang jelas, sektor ini berpeluang memberikan tambahan PAD yang lebih besar untuk Kota Bontang,” pungkasnya.

