BONTANG — Imbas minimnya anggaran Kontingen Bontang ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII, di Berau pada November mendatang. Membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Bontang harus membatasi atlet yang akan diturunkan.
Sebelumnya KONI Bontang mengajukan usulan anggaran Rp 6 Miliar untuk laga yang digelar 4 tahun sekali ini. Namun turun menjadi Rp5 Miliar. KONI masih sempat mengatur dengan anggaran sebesar itu KONI sempat menyiapkan 46 Cabor yang akan berlaga di Berau. Namun setelah beberapa kali rapat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang memutuskan dalam rapat paripurna anggaran Operasional atlet berlaga di Porprov Berau mendatang susut menjadi Rp 2 Miliar.
“Terpaksa kami batasi atlet untuk berangkat, meskipun ada beberapa cabang olahraga yang memberangkatkan atletnya secara mandir ,” ujar Aminullah saat ditemui di Kantor KONI Bontang.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD, Andi Faizal Sofyan Hasdam yang mengaku tidak tahu apa alasan Pemkot menganggarkan minim untuk atlet yang akan membela nama kota Bontang di Porprov Berau mendatang, tak bisa berbuat banyak.
“Kami di DPRD hanya mengusulkan, namun keputusan itu ada di tangan pemerintah Kota ,” ujar Andi Faiz, Rabu (19/10/2022).
Padahal menurut, politisi Golkar ini, ia getol mendorong agar Pemkot menggucurkan anggaran sesuai kebutuhan jumlah atlet masing-masing cabang olahraga (Cabor).
Namun disayangkan di akhir keputusan saat paripurna, anggaran untuk KONI memberangkatkan atlet ke Berau hanya Rp 2 miliar.
Meski begitu, pria yang kerap disapa Bang Faiz ini pun meminta agar KONI Bontang untuk tetap menguatkan kontingen Bontang dengan menyesuaikan kemampuan anggaran.
Menurutnya, langkah KONI memangkas sejumlah atlet yang berangkat sudah tepat. Sebab hal itu menjadi satu-satunya solusi.(*)
“Memangkas jumlah atlet mungkin satu-satunya solusi dengan anggaran yang disediakan. Namun, saya harap semua atlet yang berangkat ini tetap semangat dan bisa meraih prestasi di Porprov,” pungkasnya

