Bontang – Transformasi digital di lingkungan pemerintahan Kota Bontang terus berjalan. Salah satunya diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui penggunaan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang dinilai membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan surat menyurat dan perizinan.
Idrus, Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, menyampaikan bahwa Srikandi telah menjadi bagian penting dari sistem administrasi internal dinas sejak dua tahun terakhir.
“Sekarang, begitu surat masuk, langsung bisa kami disposisikan ke bidang terkait dalam hitungan menit. Dulu, butuh waktu berhari-hari karena harus mengantarkan dokumen fisik ke setiap meja,” tutur Idrus sambil membuka tampilan aplikasi di komputernya, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, Srikandi tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan aspek keamanan dan akuntabilitas. Seluruh arsip digital terekam dengan baik, mudah ditelusuri, dan terhindar dari risiko kehilangan.
“Dengan sistem ini, semua jejak surat terdata lengkap. Siapa yang mengirim, siapa yang menerima, dan kapan ditindaklanjuti, semua tercatat. Ini sangat membantu dalam pelacakan progres surat, terutama terkait izin usaha yang jumlahnya cukup banyak setiap bulan,” jelasnya.
Ia menyebut penggunaan aplikasi tersebut juga berdampak pada percepatan pelayanan publik. Pengusaha dan warga kini tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat jawaban atau tindak lanjut karena internal DPMPTSP sudah lebih efisien.
Aplikasi Srikandi sendiri merupakan platform nasional hasil kolaborasi Kementerian PANRB, Kominfo, ANRI, dan BSSN, yang ditujukan untuk mendukung tata kelola pemerintahan digital yang transparan dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar aplikasi kearsipan, tapi fondasi reformasi birokrasi digital. Kami di DPMPTSP merasa sangat terbantu,”katanyat.
Ke depan, pihaknya mendorong perluasan penerapan aplikasi ini di instansi lain di Kota Bontang agar koordinasi antar perangkat daerah makin lancar dan tidak lagi bergantung pada surat fisik.
“Kami optimis, semakin banyak dinas yang terintegrasi dengan Srikandi, pelayanan publik kita akan jauh lebih cepat, responsif, dan minim kesalahan,” pungkas Idrus.

