Bontang — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan tetap menjalankan seluruh program prioritas meski berada dalam tekanan fiskal. Walikota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, pihaknya berkomitmen merealisasikan 120 program yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-18 di Arena MTQ Stadion Bessai Berinta, Jumat (24/10/2025), Neni menekankan fokus Pemkot Bontang pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Termasuk pendidikan, kesehatan, PUPR, sosial, keamanan, dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Prokompim Bontang.

Neni menyebut sektor pendidikan sebagai salah satu penopang utama program RPJMD. Sejumlah program yang sudah berjalan menjadi indikator komitmen Pemkot Bontang.
Mulai dari bantuan seragam, tas, buku, hingga sepatu gratis bagi murid TK hingga siswa SMP setiap tahun.
Pemkot juga menjalankan program Bontang Paperless untuk mendukung lingkungan berkelanjutan dan memberikan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa ber-IPK minimal 3,2. Selain itu, insentif guru swasta dinaikkan dari Rp1,1 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
“Di tengah penurunan pendapatan daerah, Pemkot Bontang tetap berkomitmen mendukung kesejahteraan masyarakat,” tegas Neni.
Neni memastikan insentif sebesar Rp2 juta terus diberikan kepada guru mengaji, imam masjid, ustaz, dan ustazah. Menurutnya, dukungan itu perlu diiringi tanggung jawab moral.
“Bantuan dan insentif itu hendaknya dibarengi dengan tanggung jawab mendidik anak-anak menjadi generasi berakhlak mulia,” ujarnya.

