Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengingatkan para orangtua—khususnya para Ibu Rumah Tangga (IRT)—untuk lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas digital anak-anak mereka. Di tengah era teknologi tanpa batas, kata Neni, peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak menjadi semakin penting.
Menurutnya, derasnya arus informasi membuat ancaman moral masuk begitu mudah melalui gawai yang sehari-hari dipegang anak. Bahkan, perilaku negatif seperti seks bebas dapat diakses hanya dalam hitungan detik.
“Perilaku seks bebas itu sudah masuk ke kamar anak-anak kita. Kenapa? Karena mereka sudah memegang yang namanya hape,” ujarnya, dikutip dari unggahan resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kota Bontang.
Dalam konteks itu, Neni menilai program Pendidikan Dasar Orang Dewasa Alquran (Dirosa) berperan penting sebagai benteng spiritual keluarga. Ia menegaskan bahwa mempelajari Alquran merupakan fardu ain atau kewajiban bagi setiap individu.
Program Dirosa disebutnya sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam membangun transformasi sosial dan membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia.
“Pemerintah tidak mungkin bisa membangun dan menjalankan visi-visinya tanpa dibantu oleh ibu-ibu,” ucapnya.

Pernyataan itu disampaikan Neni saat menghadiri Gema Majelis Taklim sekaligus Tasyakuran Dirosa Angkatan ke-3 Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bontang, Minggu (26/10/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Jalan H. M. Ardans.
Dalam kesempatan itu, ia kembali menekankan bahwa penguatan literasi keagamaan bagi orangtua adalah bagian dari upaya bersama menjaga generasi muda Bontang agar tetap berkarakter dan berakhlak.

