BONTANG — Dua peristiwa rumah roboh terjadi dalam satu bulan di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, sepanjang September 2025. Kejadian pertama berlangsung pada Senin, 1 September 2025, menimpa dua rumah milik Burhan (74) dan Ramlan (56). Peristiwa kedua menyusul pada Kamis, 25 September 2025, menimpa sebuah rumah kosong milik warga yang berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan.
Kendati terjadi pada dua waktu berbeda, lokasi rumah roboh itu berdekatan. Rumah milik Burhan dan Ramlan berada di RT 6, sementara rumah yang roboh pada peristiwa kedua berada di RT 3. Jaraknya hanya “selemparan batu”.
“Dua rumah pertama yang roboh itu bersebelahan dengan rumah yang roboh kemarin. Letaknya berdekatan saja. Rumah yang roboh pertama itu ada di antara rumah yang tidak roboh,” tutur Salbiah (45), warga RT 3, Sabtu, 27 September 2025.
Ia mengatakan kerusakan rumah di pesisir Bontang Kuala bukan hal baru. Ketika hujan disertai angin kencang datang dari laut, bagian atap rumah warga sering mengalami kerusakan.
“Saat hujan dan angin kencang, rumah-rumah di sini memang sering rusak. Terutama bagian atap,” ujarnya.

Menariknya, peristiwa robohnya dua rumah pertama tak dipicu cuaca ekstrem. Hal itu ditegaskan Fatahulla (50), suami Salbiah. Menurutnya, rumah tersebut runtuh tiba-tiba.
“Kalau dua rumah yang roboh pertama itu tidak kena angin kencang. Tidak ada apa-apa, langsung roboh sendiri,” ungkapnya.
Sisa material rumah yang sempat berjatuhan ke laut kini telah dibersihkan oleh pemilik masing-masing.
Meski tidak terkait langsung, rangkaian kerusakan rumah warga Bontang Kuala semakin sering terjadi sejak cuaca buruk melanda Kota Bontang beberapa pekan terakhir. Intensitas hujan tinggi dengan angin kuat memicu kerusakan di sejumlah titik permukiman pesisir.
Fatahulla menyebut beberapa rumah warga mengalami kerusakan atap akibat terjangan angin dari arah Selatan. Sebuah villa di wilayah itu juga tak luput dari hantaman.
“Villa Alamanda terbongkar atapnya, bersamaan dengan atap rumah sepupu saya. Atapnya terbang dan ada bagian rumah yang runtuh. Ada juga rumah baru di sini yang atapnya rusak waktu angin kencang kemarin,” bebernya.
Rangkaian kejadian ini membuat warga Bontang Kuala semakin cemas. Mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian khusus, mengingat kawasan pesisir berbasis rumah panggung itu rentan mengalami kerusakan struktural, terutama di tengah cuaca ekstrem yang makin kerap terjadi.

