BONTANG – Setelah sempat tidak menunjukkan perkembangan selama empat tahun terakhir, pembangunan Rumah Sakit Tipe D di Kota Bontang akhirnya akan mulai dilanjutkan pada tahun ini. Pemerintah Kota Bontang memastikan proyek strategis ini berjalan bertahap dengan fokus awal pada pembangunan lahan parkir dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Walikota Bontang, Neni Moernieni, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang menghambat pembangunan rumah sakit tersebut adalah proses pembebasan lahan yang memerlukan tahapan panjang, termasuk appraisal dan perencanaan.
“Selama satu periode kemarin memang belum ada progres pembangunan karena masih menyelesaikan pembebasan lahan. Tidak bisa langsung beli seperti lahan kuburan, harus ada appraisal dan tahapan perencanaan terlebih dahulu. Itu baru selesai tahun lalu,” ujar Neni, Selasa (22/04/2025) siang.
Neni mengatakan pada tahun anggaran perubahan 2025 ini, Dinas Kesehatan Bontang akan memulai pengerjaan fisik dengan membangun area parkir sebagai fasilitas penunjang utama, serta merancang pembangunan IGD.
Menurut Neni, pembangunan rumah sakit tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap. Hal ini juga sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan yang mengatur standar baru untuk kamar rawat inap.
“Sekarang ada peraturan dari Kemenkes tentang standar kamar rawat inap, yaitu maksimal satu kamar untuk empat pasien. Jadi kita sesuaikan dari sekarang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini pasti akan digunakan dan dimanfaatkan masyarakat, dengan tahap awal berupa pembangunan parkir dan IGD yang menjadi prioritas.
“Rumah sakit ini pasti akan digunakan. Seperti rumah sakit umum yang sekarang, pembangunannya bertahap, tapi pasti jalan,” pungkasnya.

