Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus menguatkan daya saing daerah di mata investor. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), strategi promosi berbasis visual mulai digencarkan. Salah satunya lewat produksi video promosi yang menyoroti kesiapan infrastruktur kota serta kekuatan sektor UMKM dan pariwisata.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan bahwa promosi visual ini merupakan bagian dari strategi pemasaran daerah untuk menarik investasi, dengan menonjolkan potensi lokal yang mendukung ekosistem bisnis secara menyeluruh.
“Bontang tidak hanya menawarkan kawasan industri, tapi juga ekosistem ekonomi kreatif, pariwisata, serta infrastruktur penunjang yang lengkap. Ini penting untuk menunjukkan kepada investor bahwa kota ini siap menerima investasi dalam berbagai sektor,” ujarnya belum lama ini.
Video promosi ini merekam berbagai titik unggulan kota, termasuk sentra UMKM seperti Ido Niaga dan UMKM Center, hingga fasilitas modern seperti Bontang City Mall, McDonald’s, dan Mie Gacoan yang menggambarkan daya beli masyarakat.
Ia menegaskan, UMKM menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Bontang yang dapat tumbuh berdampingan dengan investasi besar.
“Investor bisa melihat bagaimana pelaku UMKM di sini berkembang dengan karakter lokal yang kuat. Ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan,” paparnya.
Tak hanya menyoroti aspek ekonomi, sektor pariwisata juga dipotret dalam video tersebut. Destinasi seperti Mangrove Park Saleba, Masjid Terapung Darul Irsyad Al Muhajirin, dan Lembah Permai Adventure Park diperkenalkan sebagai bagian dari daya tarik kota.
“Infrastruktur publik yang sudah siap, seperti Pelabuhan Loktuan, Terminal Bontang, Pasar Citra Mas, serta Taman Telihan, juga kami tampilkan. Ini menunjukkan bahwa Bontang punya sistem pendukung ekonomi yang memadai,” kata dia.
Sejumlah ikon kota seperti Tugu Selamat Datang, Gedung Wali Kota, Gedung DPRD, dan RSUD Taman Husada turut ditampilkan dalam video sebagai bentuk penegasan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman.
Lebih lanjut, dirinya berharap, upaya tersebut bisa memperkuat citra Bontang sebagai kota yang terbuka bagi para penanam modal.
“Kami ingin memberikan kesan pertama yang positif dan menyampaikan bahwa Bontang punya potensi dan kesiapan yang nyata,” tutupnya.

