Bontang — Momen tak biasa tersaji di Stadion Bessai Berinta, Rabu, 29 Oktober 2025, saat rangkaian Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 berlangsung. Para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) tampil membawakan tarian persembahan dengan kostum khas lengkap dengan juntaian bulu di kepala. Gerak mereka yang ritmis sontak menarik perhatian para tamu undangan.
Tak lama berselang, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turun dari panggung kehormatan. Ia kemudian bergabung menari bersama para penampil, disusul sejumlah tamu lainnya. Aksi spontan itu memantik tepuk tangan dari seluruh peserta upacara.
Kemeriahan acara tak berhenti pada tarian. Neni Moerniaeni memberikan kejutan berupa hadiah uang tunai kepada dua siswa. Masing-masing menerima Rp300 ribu: satu sebagai peserta dengan barisan paling rapi, dan satu lagi karena membaca teks Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Neni menekankan pentingnya kesiapan anggota Pramuka menghadapi arus digitalisasi. Ia menyoroti berbagai ancaman yang kini merambah dunia pendidikan, mulai dari judi online, perundungan siber, hingga konten pornografi.
“Tantangan kita semakin kompleks. Pramuka hadir sebagai solusi strategis untuk membentuk karakter generasi tangguh dan berwawasan kebangsaan, yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Neni Moerniaeni juga mengapresiasi peran Pramuka dalam mendukung program-program Pemerintah Kota Bontang. Menurutnya, Gerakan Pramuka berkontribusi melalui pendidikan karakter yang mencakup penguatan soft skill, life skill, hingga hard skill.
“Pramuka sangat penting dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama untuk membela generasi muda melalui pendidikan strategis,” kata Neni.

