Kosakata.co,Bontang – Upaya perlindungan identitas dan hak sipil anak terus diperkuat oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang melalui inovasi SASKIA HEBAT (Semua Anak Senang Dengan Kartu Identitas Anak, Hak Akses, Biodata Aman dan Terlindungi). Program ini mendorong penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara masif untuk menjamin bahwa setiap anak memiliki identitas yang tercatat secara resmi dalam sistem kependudukan.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, menjelaskan bahwa kepemilikan KIA merupakan salah satu bentuk perlindungan negara terhadap warganya sejak dini.
“Identitas bukan hanya sekadar kartu, tetapi pengakuan bahwa anak memiliki hak yang sama atas akses layanan publik. Lewat SASKIA HEBAT, kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Bontang yang luput dari pencatatan administrasi,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Program ini dilaksanakan melalui berbagai metode, termasuk pelayanan langsung ke sekolah-sekolah, kerja sama dengan puskesmas untuk bayi baru lahir, serta sinergi dengan rumah sakit. Selain itu, proses perekaman dan pencetakan KIA dilakukan secara cepat dan tanpa biaya.
Menurut Budiman, penerbitan KIA juga memiliki manfaat praktis bagi anak dan orang tua. Mulai dari mengurus layanan kesehatan, pendidikan, membuka rekening tabungan anak di bank, hingga persyaratan berbagai kegiatan administrasi lainnya.
“Dengan KIA, akses layanan menjadi lebih mudah dan tertib,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, menegaskan bahwa KIA juga berperan penting dalam menjaga keamanan data pribadi anak dari risiko penyalahgunaan identitas.
“Melalui sistem yang terintegrasi, data anak tersimpan dengan aman. Perlindungan identitas anak menjadi pondasi penting untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Disdukcapil Bontang terus melakukan edukasi ke masyarakat agar orang tua memahami pentingnya memiliki dokumen kependudukan bagi anak sejak dini. Sosialisasi dilakukan melalui kelurahan, sekolah, hingga forum PKK.
Dengan SASKIA HEBAT, pemerintah ingin memastikan bahwa perlindungan identitas bukan hanya slogan, tetapi hadir dalam layanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Ra)

