BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai penguasaan pemasaran digital menjadi salah satu kunci agar produk UMKM mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam workshop pengembangan UMKM yang difasilitasi PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), Neni meminta para pelaku usaha mulai memanfaatkan media sosial dan marketplace secara maksimal untuk meningkatkan daya saing produk.
“Kalau kualitas produk yang baik tidak akan cukup apabila tidak didukung promosi yang menarik dan mudah dijangkau konsumen,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
“Kalau digitalisasinya tidak maksimal saya kurang percaya produknya bisa berkembang. Media sosial dan marketplace harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Katanya, tampilan visual, foto produk, hingga desain kemasan menjadi faktor penting dalam menarik perhatian pembeli. Karena itu, pelaku UMKM didorong terus berinovasi mengikuti perkembangan tren pasar.
Ia mencontohkan sejumlah produk lokal yang kini dipasarkan melalui Instagram dan platform digital sehingga lebih mudah dikenal masyarakat di luar daerah.
“Selain pemasaran digital, ia juga menilai inovasi produk harus terus dilakukan agar konsumen memiliki alasan untuk kembali membeli,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap workshop tersebut mampu memberikan strategi baru bagi pelaku UMKM sehingga semakin banyak produk asal Bontang yang mampu menembus pasar global.
“Produk harus terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar. Jangan berhenti pada satu jenis produk saja,” tukasnya.

