Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang melalui Bidang Ekonomi Kreatif memang memiliki beragam strategi promosi
Salah satunya, tiga buku katalog produk ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai media promosi bagi wisatawan dan investor yang berkunjung ke Kota Bontang. Katalog ini memuat beragam produk dari total 17 subsektor Ekraf, mulai dari kriya, fotografi, film, seni rupa, kuliner, hingga konten digital.
Tiga katalog tersebut meliputi Buku Profil Subsektor Kriya Ekraf Kota Bontang yang memuat hasil kerajinan tangan dan daur ulang seperti batik, tas, aksesoris. Kemudian Buku Ekonomi Kreatif Visual Indonesia yang memuat animasi, desain komunikasi visual, fotografi, film, dan konten digital. Lalu, Katalog Rasa Rasa Bontang yang berisi produk kuliner, olahan khas, camilan, hingga minuman lokal.
Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Dody, mengatakan bahwa pihaknya telah banyak mendistribusikan katalog tersebut kepada tamu maupun pihak luar daerah sebagai bentuk dukungan promosi bagi para pelaku Ekraf lokal.
“Sudah sering saya kasih ke tamu-tamu yang datang ke Bontang agar mereka mengenal produk-produk kita,” ujarnya, Selasa (2/11/2025).
Menurut Dody, katalog ini memuat informasi detail seperti nama produk, foto, pemilik usaha, hingga kontak yang dapat dihubungi. Format tersebut dianggap sangat efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra atau investor.
“Tujuannya agar investor yang berniat kerja sama, setelah melihat produk-produk di dalam katalog itu, bisa langsung berkomunikasi dengan pemilik produk,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Dispopar melalui Bidang Ekraf berkomitmen mendukung penuh pelaku ekonomi kreatif di Bontang agar mampu bersaing di tingkat nasional dengan menonjolkan produk asli daerah.
Selain katalog fisik, Dispopar juga tengah mengembangkan versi digital berupa e-book sebagai inovasi promosi yang lebih luas dan mudah diakses.
“Isinya kurang lebih sama dengan katalog fisik, hanya saja nanti lebih lengkap karena bisa memuat lebih banyak produk. Saat ini e-book sedang kami kembangkan agar 17 subsektor Ekraf bisa termuat di dalamnya tanpa terkecuali,” tutup Dody.

