KOSAKATA.CO—–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang segera memberi laporan terkait perkembangan pembangunan Gedung Uji Kir.
Ia mengatakan pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp.11.5 Miliar ini tidak pernah dilaporkan.
“Saya mau tahu penjelasan perkembangan Gedung Uji Kir,” ujar Faisal saat menggelar rapat kerja bersama Dishub dan Badan Perencanaan Penelitian dan pengembangan (Baplitbang), Senin (24/9/2022).
Menurut Faisal, Dishub perlu turut bertanggung jawab terkait pembangunan Gedung Uji Kir ini lantaran usulan yang sekarang dilakukan PUPKR datang dari Dishub Kota Bontang.
Ia meminta agar Dishub segera mengawasi perkembangan pembangunan Gedung Uji Kir tersebut dan segera melaporkan segala kekurangan agar nanti bisa diupayakan pada anggaran 2023.
“Kan nanti Dishub yang mau kelola jadi harus diawasi jangan sampai tidak sesuai dengan usulan. Kalau ada kekurangan segera sampaikan saja biar nanti di anggaran tahun depan bisa kita perjuangkan,” tegasnya.
Menangggapi hal itu, Ahmad Suharto mengaku bahwa pembangunan Gedung Uji Kir masih berjalan namun ada kendala yang perlu segera diatasi.
Ia mengatakan bahwa akses keluar kendaraan dinilai sangat berbahaya. Ditambah lagt ada rencana pembangunan sekolah di sekitar wilayah tersebut.
“akses keluar kendaraan di situ lumayan bahaya, apalagi mau dibuat sekolahan, takutnya nanti membahayakan. Jadi tolong Komisi III bisa dipastikan dulu apakah rencana pembangunan sekolah oleh Disdikbud itu benar adanya,” terangnya.

