Bontang – Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Lapangan Lang-Lang Bessai Berinta, Rabu (29/10/2025), menjadi momentum penting bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang untuk menegaskan arah pembinaan generasi muda di era digital. Kepala Bidang Pemuda Dispopar-Ekraf Bontang, Idhamsyah, menyampaikan pentingnya menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, dinamika kehidupan pemuda saat ini sangat dipengaruhi oleh digitalisasi dan keterbukaan informasi. Karena itu, setiap program yang dijalankan pihaknya diarahkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Setiap kegiatan kami, baik pelatihan maupun seminar, seluruh prosesnya sudah dilakukan secara digital. Mulai dari pendaftaran peserta hingga pengelolaan data semuanya berbasis aplikasi,” jelasnya.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap transformasi digital di kalangan pemuda. Tak hanya itu, Idhamsyah menekankan pentingnya mendorong anak muda untuk berkreasi dan berinovasi. Ia menilai, menuju Indonesia Emas 2045, generasi berusia produktif 16–30 tahun harus memiliki kemampuan adaptif dan daya saing tinggi.
“Kalau tidak kita bekali dengan kemampuan dan inovasi sejak sekarang, maka generasi muda kita tidak akan siap menghadapi 2045. Pemuda Bontang harus bisa bergerak, menggiring perubahan, dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar para pemuda menjauhi sikap malas dan pasif. Ia menilai, semangat aktif dan produktif menjadi kunci untuk menciptakan perubahan. .
“Jangan mager! Teruslah berkreasi dan menciptakan inovasi, bukan hanya untuk Bontang, tapi juga untuk Kalimantan Timur dan Indonesia,” ujarnya bersemangat.
Lebih lanjut, Idhamsyah menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai salah satu indikator keberhasilan pembinaan generasi muda. Ia menyebut, saat ini pihaknya tengah menjalankan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan untuk meningkatkan nilai IPP Bontang, terutama pada domain kelima yakni peran gender.
“Selama ini, peran gender menjadi salah satu indikator yang masih rendah. Kami berupaya memperkuat keterlibatan perempuan dalam organisasi kepemudaan dan kegiatan sosial. Karena laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam berkontribusi untuk pembangunan,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal itu, Dispopar-Ekraf Bontang telah melaksanakan sejumlah kegiatan bertema pemberdayaan perempuan, seperti Seminar Perempuan Hebat dan Mental Health untuk Perempuan, yang seluruh narasumbernya berasal dari kalangan perempuan inspiratif.
“Harapannya, perempuan Bontang semakin percaya diri, aktif di organisasi, dan berperan nyata di masyarakat,” tutupnya. (Ra)

