BONTANG – Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Rita Atin Widiarti, mengakui bahwa sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di gedung Dispopar masih belum maksimal. Hal ini diungkapkannya usai evaluasi pascakebakaran yang sempat terjadi beberapa bulan lalu.
Rita menjelaskan, pada saat kejadian kebakaran, dua unit hidran yang tersedia di area gedung tidak berfungsi optimal karena tekanan air yang lemah.
“Hydran kami ada dua, tapi pas kejadian airnya kurang deras, mungkin karena jarang dicek dan lama tidak digunakan. Kami juga sempat panik saat itu,” ujar Rita Atin Widiarti, Selasa (11/11/2025) siang.
Selain itu, Rita mengungkapkan bahwa gedung Dispopar belum dilengkapi sistem sprinkler otomatis. Menurutnya, fasilitas tersebut belum ada sejak gedung dibangun.
“Kalau ke depan memang harus dipasang, akan kami coba anggarkan. Tapi biayanya cukup besar karena harus membuat jalur dari awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan pelatihan penanganan kebakaran bagi staf dan petugas keamanan. Namun, rencana itu belum sempat direalisasikan.
“Waktu kejadian, APAR juga tidak berfungsi normal. Tapi kemarin dari Damkar sudah menyatakan siap memfasilitasi APAR baru untuk tahun depan. Termasuk pelatihan, sudah kami komunikasikan dengan Kepala Dinas Damkartan usai kebakaran,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Dispopar berencana melaksanakan pelatihan penanganan kebakaran bagi seluruh staf dan security bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkartan) pada tahun 2026 mendatang.
“Rencananya pelatihan dilakukan tahun depan karena akhir bulan ini seluruh pegawai Dispopar masih sibuk dengan berbagai kegiatan,” tutup Rita

