Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus membuka ruang selebar-lebarnya bagi investasi sektor perhotelan. Dengan minimnya jumlah hotel berbintang di kota ini, pembangunan hotel bintang 3 dinilai sebagai langkah strategis untuk mendongkrak iklim investasi dan ekonomi lokal.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa pihaknya siap memberikan kemudahan perizinan hingga insentif khusus bagi investor yang serius menanamkan modal di sektor perhotelan.
“Pemerintah sangat terbuka dan mendukung penuh investasi hotel berbintang. Kami siap memfasilitasi proses perizinan secara cepat, dan bahkan mempertimbangkan insentif bagi investor yang berkomitmen membangun di Bontang,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Menurutnya, keberadaan hotel dengan fasilitas standar nasional merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan ke Kota Taman. Selama ini, keterbatasan akomodasi kerap menjadi kendala dalam mendukung kegiatan besar di kota.
“Kehadiran hotel berbintang akan menjawab kebutuhan pasar sekaligus menjadi pemicu tumbuhnya sektor pendukung seperti kuliner, transportasi, dan UMKM,” jelasnya.
Salah satu lokasi potensial yang tengah dipertimbangkan adalah kawasan Jalan Flores. Kawasan ini dinilai strategis karena berada di jalur ekonomi yang terus berkembang dan dekat dengan sejumlah titik keramaian.
“Jika hotel dibangun di Jalan Flores, kita bisa melihat dampak langsung pada aktivitas ekonomi sekitarnya. Akan ada pertumbuhan usaha baru, dan tentu saja lapangan kerja bagi warga lokal,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menyebut pembangunan hotel bintang 3 bukan semata untuk memenuhi kebutuhan penginapan, melainkan menjadi bagian dari upaya penataan kota yang lebih modern dan berdaya saing.
“Investasi hotel ini akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, serta mendukung promosi kota dalam menarik lebih banyak event dan kegiatan berskala nasional,” ungkapnya.
DPMPTSP pun terus berkomunikasi dengan calon investor, termasuk memberikan informasi potensi pasar dan profil risiko daerah secara transparan. Hal ini bertujuan membangun kepercayaan dan menjadikan Bontang sebagai tujuan investasi yang menjanjikan.
“Kami ingin investor merasa aman dan yakin bahwa Bontang siap tumbuh bersama mereka,” pungkasnya.

