Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai menyusun strategi besar dalam pengembangan kawasan industri di wilayah Bontang Lestari. Langkah ini diwujudkan melalui rencana penyusunan master plan atau kajian mendalam sebagai upaya memperjelas arah investasi sekaligus mengoptimalkan lahan potensial yang selama ini belum maksimal dimanfaatkan.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan penyusunan master plan merupakan bagian penting dalam menciptakan kepastian dan daya tarik bagi para investor. Dengan dokumen perencanaan yang komprehensif, arah pembangunan kawasan industri bisa lebih terarah.
“Master plan ini akan menjadi referensi resmi yang kami tawarkan kepada calon investor. Di dalamnya termuat potensi, peruntukan lahan, dan dukungan infrastruktur secara detail,” ujarnya Selasa (10/6/2025).
Kawasan industri Bontang Lestari yang memiliki luas sekitar 1.102 hektare sebelumnya dirancang untuk proyek Kilang Bontang. Namun, meskipun proyek itu belum terwujud, pemerintah daerah tak ingin lahan tersebut terbengkalai begitu saja.
Menurut Karel, PT Kawasan Industri Bontang (KIB) sebagai pengelola utama lahan juga sedang menyusun kajian pengembangan tersendiri. Namun, jika kajian tersebut belum rampung, DPMPTSP siap mengambil inisiatif untuk mempercepat perencanaan investasi.
“Kami tidak akan menunggu terlalu lama. Kalau kajian dari PT KIB belum selesai, kami siap siapkan master plan sendiri agar investor tetap bisa mendapat gambaran yang jelas,” tegasnya.
Dalam master plan yang akan disusun, DPMPTSP akan memasukkan berbagai elemen strategis seperti zonasi industri, potensi sektor unggulan yang bisa dikembangkan, serta ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih.
Pemerintah berharap, langkah ini akan membuka jalan bagi hadirnya investasi baru, baik dari dalam maupun luar negeri. Terutama di sektor industri manufaktur, energi terbarukan, hingga pengolahan hasil tambang.
“Dengan dokumen ini, kami ingin Bontang tak hanya dikenal sebagai kota industri migas, tapi juga siap bersaing sebagai kawasan industri baru yang ramah investor,” pungkasnya.

