Bontang – Di tengah belum masuknya investor berskala besar ke Kota Bontang, geliat usaha kecil dan mikro justru menunjukkan tren positif. Para pengusaha lokal kini menjadi motor utama penggerak perekonomian daerah.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyebut bahwa meski belum ada investasi besar yang masuk sepanjang tahun 2023 hingga 2024, namun perkembangan sektor UMKM di Bontang sangat signifikan.
“Usaha kecil dan mikro justru menunjukkan perkembangan yang pesat, khususnya di sektor perdagangan makanan dan minuman,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).
Ia mencontohkan banyaknya kafe, toko kelontong, dan bisnis kuliner yang bermunculan sebagai bukti bahwa pelaku usaha lokal semakin aktif mengisi ruang ekonomi kota.
Tidak hanya itu, sejumlah tenant di Bontang City Mall juga mulai didominasi oleh usaha butik, jasa jahit, hingga kerajinan tangan, yang mayoritas masih termasuk kategori usaha kecil dengan modal Rp100 juta hingga Rp5 miliar.
“Kami mencatat, pelaku usaha di mall sebagian besar adalah pengusaha lokal dengan skala kecil. Ini menunjukkan semangat wirausaha masyarakat terus tumbuh,” terangnga.
Mayoritas usaha yang berkembang saat ini memiliki modal di bawah Rp5 miliar, sedangkan usaha mikro bahkan bergerak dengan modal di bawah Rp100 juta. Hal ini mencerminkan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi Bontang.
Meski belum ada investasi besar yang masuk, Karel menilai geliat usaha lokal justru menunjukkan kemandirian dan potensi pertumbuhan dari dalam kota itu sendiri.
“Kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi domestik berbasis kearifan lokal. Pengusaha kecil inilah yang saat ini menjaga roda ekonomi tetap bergerak,” tuturnya.
Ia berharap, ke depan, investasi besar bisa ikut masuk untuk memperluas skala pembangunan ekonomi. Namun, pertumbuhan UMKM tetap menjadi fondasi yang harus dijaga dan diperkuat.

