Bontang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang tengah bersiap menggelar kegiatan bertajuk “Semarak Demokrasi 2025”, sebuah agenda yang dikemas kreatif untuk mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—lebih peduli terhadap nilai-nilai demokrasi.
Mengusung tema “Merawat Partisipasi Membangun Negeri”, acara ini menghadirkan empat jenis lomba lintas segmen masyarakat. Mulai dari Cipta Baca Puisi untuk siswa SMP, Cerdas Cermat bagi siswa SMA/SMK, hingga Ranking 1 yang menantang mahasiswa se-Kota Bontang menguji pengetahuan soal kepemiluan.
Tidak hanya itu, masyarakat umum juga dapat terlibat melalui Photo Competition, dengan pendaftaran yang dibuka hingga 12 November 2025.
Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Atrian, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya menjaga semangat partisipatif masyarakat, meski bukan dalam masa tahapan Pemilu.
“Event ini menjadi salah satu cara kami untuk merawat partisipasi publik, khususnya pemilih muda dan calon pemilih pemula. Demokrasi tidak hanya hidup saat Pemilu, tetapi perlu terus dijaga melalui keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Aldy menegaskan bahwa seluruh rangkaian lomba dirancang tak sekadar hiburan, melainkan mengandung unsur edukatif tentang demokrasi dan kepemiluan.
Menurutnya, Semarak Demokrasi 2025 disusun sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan. Melalui kompetisi yang dekat dengan minat generasi muda, Bawaslu berharap pemahaman publik terhadap proses dan nilai-nilai demokrasi bisa meningkat.
“Event ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses dan nilai-nilai demokrasi,” tuturnya.
Aldy menambahkan, puncak acara akan dimeriahkan dengan jalan sehat, disertai doorprize bagi peserta. Di sela kegiatan, Bawaslu juga akan menyisipkan sesi sosialisasi kepemiluan untuk masyarakat luas.
Dengan rangkaian kegiatan yang merangkul berbagai kalangan, Bawaslu Bontang ingin menunjukkan bahwa edukasi demokrasi dapat dikemas secara inklusif dan meriah. “Ini gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi di Kota Bontang,” kata Aldy.

