Kosakata.co—-Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menyarankan ke Pemerintah agar cleaning service dikelola oleh Tenaga Kerja Alih Daya (TKAD). Pasalnya, Bakhtiar manganggap, jika CS dikelola oleh TKAD pemerintah bisa lebih menghemat anggaran. Dibandingkan, jika dikelola oelh pihak ketiga.
“Sekarang kan rencananya Rp 4,7 miliar, saya pikir kalau dikelola TKAD bisa lebih hemat dari itu,” ujar Bakhtiar, Kamis (11/11/2021) siang.
Pria yang akrab dipanggil BW tersebut mengatakan, jika akhirnya CS dikelola oleh TKAD maka anggaran yang terpakai hanya mencapai Rp 2,6 miliar. Sementara, ketika pihak ketiga yang mengelola cleaning service, pasar memakan anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 4,7 miliar, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapatkan dari pasar hanya mencapai Rp 1,2 miliar.
Artinya, pemkot dalam hal itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang bisa irit anggaran sebanyak Rp 2,1 miliar.
“Kita bisa hemat hingga Rp 2,1 miliar. Makanya saya dorong untuk gunakan TKAD saja ,” ujarnya
Diapun berharap, agar dorongan tersebut bisa direalisasikan oleh Pemerintah Kota Bontang. Sebab, di jaman pandemi corona saat ini, penghematan anggaran yang dianggap tidak prioritas bisa membantu memperbaiki masalah keuangan daerah.
“Kan masih banyak yang bisa di anggarkan yang lebih penting,” pungkasnya

