Bontang — Inovasi pemantauan lingkungan karya anak muda Bontang kembali melenggang di kancah internasional. Dalam gelaran Macao International Innovation and Invention Expo (MIIEX), Rizky Fajar Nugraha bersama tim Bara Karya Solusi mempresentasikan secara detail teknologi ASTRO-21, perangkat pemantauan limbah yang digadang mampu mendisrupsi metode konvensional industri.
Rizky menyebut, proses pengecekan limbah selama ini masih mengandalkan pengujian laboratorium yang memakan waktu panjang. “Isu lingkungan itu masih sifatnya direct, masih konvensional. Jadi berdasarkan lab. Sampel diambil, lalu menunggu hasilnya,” ujar Rizky, Ketua Tim Bara Karya Solusi.
ASTRO-21 dirancang sebagai perangkat tabung yang ditempatkan di muara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Perangkat ini bekerja secara otomatis untuk memantau kondisi air dan memberikan data cepat dalam format real time.
“Alat ini mendeteksi aktivitas-aktivitas di muara IPAL. Dampaknya terhadap masyarakat bisa langsung terlihat dan diukur,” kata Rizky.

Tidak hanya cepat, ASTRO-21 juga mengukur sejumlah parameter penting: pH, suhu air, kandungan amonia, hingga dissolved oxygen. Seluruhnya mengacu pada batas ambang baku mutu yang diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Keunggulan teknis ASTRO-21 terletak pada fungsi otomatisnya. Perangkat ini dilengkapi pembuka tube otomatis yang aktif ketika indikator melewati ambang batas. Fitur tersebut memungkinkan respons cepat terhadap potensi pencemaran.
Rizky menegaskan, data yang dihasilkan tidak hanya akan diakses industri dan pemerintah, namun juga dapat dibuka kepada publik. “Informasi lingkungan harus transparan. Data ini bisa diinfokan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.
Meski mendapat pengakuan internasional, Rizky menyebut ASTRO-21 masih terus disempurnakan untuk meminimalkan bias dan meningkatkan akurasi.
“Harapannya ASTRO-21 tidak hanya berhenti sebagai karya tulis ilmiah atau prototipe. Tapi benar-benar bisa digunakan dan dikomersialkan. Terutama oleh perusahaan-perusahaan di Kota Bontang dan Kaltim. Lebih luas lagi secara nasional,” katanya.

