Kosakata.co, Bontang – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang terus memperkuat strategi kolaboratif untuk pengembangan destinasi wisata. Kepala Bidang Pariwisata, Muhammad Ihsan, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci dalam mengurai keterbatasan anggaran pemerintah.
Menurut Ihsan, sejumlah kawasan seperti Guntung dan Loktuan tengah dipertimbangkan dalam plotting pengembangan wisata. Namun, penetapannya dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Plotting kita banyak, tapi harus disesuaikan dengan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ia menyebut PT Pupuk Kaltim sebagai salah satu perusahaan yang aktif mendukung pengembangan wisata melalui CSR, termasuk pembangunan rumah adat Kutai yang menjadi ikon baru di Bontang.
“Sebagian dari APBD, sebagian dari CSR perusahaan. Itu bentuk kolaborasi yang sangat membantu,” jelasnya.
Selain itu, PKT turut memberikan dukungan fasilitas di beberapa titik wisata seperti Selambai. Perusahaan lain seperti PT Badak LNG dan Indominco juga disebut berperan dalam pengembangan kawasan pesisir seperti Malahing, Tihi-Tihi, hingga Selangan.
“Kami berusaha berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk membantu pembangunan wilayah-wilayah itu di sektor pariwisata,” tegas Ihsan.
Ia berharap pola kolaborasi lintas sektor ini terus ditingkatkan agar percepatan pembangunan destinasi wisata tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Partisipasi perusahaan sangat penting agar pengembangan pariwisata berjalan optimal,” imbuhnya.
Dispopar-Ekraf pun memastikan proyek fisik yang telah dijadwalkan pada tahun ini tetap berjalan sembari merancang peta jalan pengembangan wisata hingga 2030. (Ra)

