BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengedepankan kepemimpinan yang proaktif dan solutif dalam menghadapi persoalan masyarakat.
Menurutnya, lurah, camat, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah di wilayah masing-masing tanpa bergantung pada instruksi pimpinan.
“Saya bilang, lurah harus gerak cepat, jangan menunggu wali kota. Turun langsung ke lapangan bersama RT, cari solusi,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Neni menilai, banyak persoalan di tingkat kota sebenarnya dapat diselesaikan sejak dini di level RT dan kelurahan apabila aparat wilayah memiliki inisiatif dan respons cepat.
“Banyak masalah itu bisa selesai di bawah kalau ada kemauan dan inisiatif. Jangan semua harus naik ke atas,” katanya.
Ia juga mendorong aparatur pemerintah untuk memperkuat koordinasi dan membuka komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, guna mempercepat penyelesaian masalah.
“Harus pandai-pandai minta bantuan. Banyak pihak yang bisa dilibatkan, tinggal bagaimana komunikasi dan inisiatifnya,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran aktif dari tingkat bawah dalam mengusulkan kebutuhan atau permasalahan yang ada. Tanpa adanya usulan, pemerintah kota disebut tidak dapat memproses lebih lanjut.
“Kalau tidak ada permohonan dari RT atau lurah, kita juga tidak bisa memproses. Jadi harus aktif,” tegasnya.
Dengan penegasan tersebut, Neni berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat meningkatkan kinerja serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kalau tidak sanggup menyelesaikan masalah, mundur saja. Camat juga, kepala OPD juga sama,” tandasnya.
.

