Samarinda- Sesi debat kedua Pilkada Bontang yang digelar di Hotel Grand Senyiur, Samarinda, pada Rabu (20/10) siang, Sutomo Jabir-Nasrullah kembali menunjukkan kemampuan mereka dengan tampil tanpa teks dalam setiap pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari paslon lain.
Salah satu hal yang disoroti Pasangan calon nomor urut 02 ini yakni rendahnya angka pertumbuhan ekonomi Bontang yang hanya sekitar 4 persen, yang menjadi salah satu isu penting dalam debat tersebut.
Dalam sesi tanya jawab, Sutomo Jabir-Nasrullah menyampaikan bahwa angka pertumbuhan ekonomi Bontang merupakan yang terkecil di antara tiga kota besar di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Samarinda dan Balikpapan.
Setelah ditelusuri lebih lanjut dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), angka pertumbuhan ekonomi Samarinda tercatat 7,2 persen, sementara Balikpapan berada di angka 6,49 persen dan Bontang 4,16 persen .
Angka tersebut, menjadikan Bontang yang terkecil diantara tiga Kota yang ada di Kalimantan Timur.
Berbeda dengan pasangan calon lainnya, yakni paslon 01, 03, dan 04, yang terlihat lebih mengandalkan teks dalam beberapa sesi tanya jawab. Hal ini mendapat perhatian dari publik yang menilai bahwa Sutomo Jabir-Nasrullah lebih mengedepankan pendekatan langsung dan berbasis data dalam merespons pertanyaan.
Peningkatan ekonomi menjadi isu utama dalam debat kali ini, dan Sutomo Jabir-Nasrullah menegaskan bahwa jika terpilih, mereka akan fokus pada program-program yang mampu memperbaiki sektor ekonomi Bontang secara menyeluruh, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendukung sektor industri yang ada.

