Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) terus menuntaskan pengembangan kawasan wisata Bontang Kuala. Setelah tahun sebelumnya dibangun area pelataran, tahun ini proyek berlanjut dengan penambahan sejumlah fasilitas pendukung.
Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Kota Bontang, Muhammad Ihsan, mengatakan pembangunan tahap kedua ini mencakup fasilitas dermaga, panggung, musala, toilet umum, serta 45 lapak bagi pedagang. Menurutnya, jumlah lapak tersebut mengacu pada data pedagang lama yang telah tercatat di Kelurahan Bontang Kuala.
“Kita mengacu pada data pedagang lama, bukan yang baru-baru ini menjamur,” jelas Ihsan, Selasa (4/11/2025).
Ihsan menambahkan, pihaknya juga tengah membahas mekanisme pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas tersebut. Salah satu wacana yang dikaji adalah penerapan biaya pemeliharaan, sebagaimana diterapkan di beberapa objek wisata lain di Kota Bontang.
“Masih tahap diskusi. Nanti kami bicarakan dulu dengan pimpinan bagaimana mekanismenya. Paling tidak ada feedback dari fasilitas yang disediakan pemerintah. Dana retribusi itu nantinya juga akan digunakan untuk pemeliharaan,” ujarnya.
Pembangunan tahap kedua kawasan wisata Bontang Kuala ini menelan anggaran sekitar Rp5,6 miliar, dan ditargetkan rampung pada Desember 2025 mendatang. Dispopar berharap seluruh fasilitas bisa difungsikan bertepatan dengan pelaksanaan Pesta Laut Bontang Kuala.
“Kami targetkan selesai Desember, sekaligus bertepatan dengan pesta laut nanti. Mudah-mudahan bisa rampung tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat,” tutup Ihsan.

